Asesor dari BAN-PT melakukan asesmen terhadap Akademi Sekretari dan Manajemen Don Bosco pada tanggal 4-5 Juni 2013. Proses asesmen berjalan dengan baik dan lancar hingga sampai pada penandatanganan Berita Acara Hasil Asesmen.
Asesor yang ditugaskan oleh BAN-PT adalah Dra.
Kunartiah, MM dan Dra.Maya Setiawardani, M.Pd. Ibu Maya Setiawardani, M.Pd adalah salah satu asesor pada periode sebelumnya. Para asesor secara sangat dalam melakukan telaah terhadap dokumen borang dan secara detail dan rinci menanyakan hal-hal terkait yang perlu diklarifikasi. Dokumen borang yang menjadi dasar klarifikasi adalah dokumen borang Program Studi, Institusi, dan dokumen Evaluasi Diri.
Walaupun tidak ditemukan kekurangan yang sangat prinsip, hasil proses asesmen tersebut sangat berguna bagi Asekma Don Bosco. Banyak masukan dan pengalaman ke dua asesor yang patut dicatat dan diterapkan di Asekma Don Bosco untuk kemajuan dimasa yang akan datang. Terima kasih kepada Ibu Dra. Kunartiah, MM dan Ibu Dra.Maya Setiawardani, M.Pd.
Semoga hasil asesmen tersebut mendapat nilai yang baik.
Salam sukses. [mls]
Senin, 10 Juni 2013
Membukukan Etika Profesi Sekretaris di Asekma Don Bosco
Etika
Profesi sangat relevan dengan tugas-tugas sekretaris. Asekma Don Bosco
menyediakan satu mata kuliah khusus untuk hal ini. Dalam pelaksanaan
perkuliahan, para mahasiswa dilibatkan penuh dalam penyusunan Etika Profesi
Sekretaris.
Dalam
tahun ajaran 2012-2013, para mahasiswa ditugaskan untuk menyusun Buku Etika Profesi
Sekretaris Asekma Don Bosco. Para mahasiswa sangat antusias dalam diskusi untuk
memastikan bahwa setiap point etika profesi terkait dengan tugas-tugas Sekretaris, misalnya menerima telepon, bertelepon, perjalanan
dinas, dll. (lihat gambar). Diskusi berlangsung atas koordinasi Sdr. Angelina
Carolin (II.1) dan Sdr. Agnesia (II.2) dengan bimbingan dosen Muller Sagala.
Hasil
dari diskusi tersebut akan dituangkan dalam bentuk buku. Pada waktunya akan
disampaikan dalam media ini.
Salam sukses. (mls)
Rumintoyo Pindah Kerja
Rumintoyo
telah resmi pindah kerja ke daerah Jawa per tanggal 1 Juni 2013. Sahabatnya,
Mujiono, sangat merasa kehilangan beliau.
Siapa
yang tidak kenal dengan Sdr. Rumintoyo di kampus Akademi Sekretari dan Manajemen Don Bosco. Sangat mudah
dikenal karena Rumintoyo mempunyai ciri khas khusus, ramah, sopan dan murah
senyum.
Sehabat
akrabnya, Mujiono, hanya diam ketika dimintakan kesan dan pesannya kepada
sahabatnya. “Saya sulit mengatakannya”, gumannya sembari meneteskan air mata.
Kami
semua yang hadir pada saat acara pelepasan Rumintoyo di ruang Bu Sri
Sudarwinarti merasa kehilangan dalam suasana haru. Ketika giliran Rumintoyo
memaksanakan diri untuk mengucapkan pesan dan kesan, beberapa orang yang hadir,
juga meneteskan air mata. Penuh haru tanpa kata-kata. “Terima kasih dan mohon
maaf kalau ada kesalahan yang saya perbuat selama ini”, itu inti dari pesan dan
kesan Rumintoyo.
Selamat
berkarya Mas Rumintoyo, semoga selalu sehat dan tambah sukses ditempat kerja
yang baru. Kami semua civitas Asekma Don Bosco merasa kehilangan dan tidak
melupakan jasa-jasamu. Sampaikan kabar baik dari Asekma Don Bosco di sekitarmu.
We
love you Rumintoyo.
Salam penuh damai (mls).
Minggu, 09 Juni 2013
Road Show Wajah Femina 2013
Majalah Femina melakukan road show pada hari Senin, 10 Juni 2013 (hari ini) di Akademi Sekretari dan Manajemen Don Bosco Jakarta dengan tema 'the star is you'. Acara cukup seru karena membicarakan masalah Personal Branding.
Nara sumber pada acara road show ini adalah Mba Lala Tangkudung dari Talk Inc, Mba Mira Monika - Fashion Editor majalah Femina, dan Anesia Tania - pemenang Best Dress 2012. Para peserta, yang adalah mahasiswi Asekma Don Bosco, sangat senang, dapat tertawa lepas ketika nara sumber memberikan sharing, khususnya ketika beberapa orang dipanggil ke depan. Ditambahkan bahwa, cara berdiri seseorang dapat menunjukan siapa orang itu. Acara sesi foto dan snack dari Starbuck melengkapi acara tersebut.
Semoga banyak mahasiswi Asekma Don Bosco terpilih sebagai Wajah Femina 2013.
Semoga.
Salam sukses.
Selasa, 04 Juni 2013
UPAH
UPAH
Apakah upah identik
dengan kesejahteraan? Perdebatan tentang hal itu bisa meluas ke segala penjuru.
Yang pasti, tuntuntan kaum buruh, dari tahun ke tahun, memang belum pernah
beranjak jauh dari kata ‘kenaikan’.
Tahun ini, mungkin
memang tahun yang spektakular berkaitan dengan kenaikan upah. Tak kurang dari
25 provinsi dan kabupaten/kota sepakat mendongkrak upah minum rata-rata 30%.
Bahkan ada yang hingga 50%. Jakarta, misalnya, meningkatnya hingga 44%,
sehingga upah minimum di ibukota menjadi R.2,2 juta.
Kenaikan yang lumayan
drastis kali ini, tentu saja mulai meresahkan sejumlah penanam modal meski sungguh
membuat serikat-serikat pekerja bersemangat, termasuk bersemangat turun ke
jalan guna menuntut yang ‘lebih, dan lebih lagi’. Namun, sejatinya, tidak kurang
dari 90% tenaga kerja di Indonesia adalah pekerja informal atau pekerja industri
‘kecil sekali’ alias ‘mikro’ dan tak terbagung dalam serikat pekerja manapun.
Ironisnya, justru
mereka ini yang sering kali terlupakan oleh data resmi dan, dengan sendirinya
oleh berbagai program peningkatan kesejahteraan pemerintah.
Seiring berjalannya
waktu, kebijakan sektor perburuhan yang ada mungkin saja tidak lagi mampu
merekam keresahan sosial mendatang. Kesenjangan pendapatan, misalnya, telah
melebar di tingkat yang kabarnya paling cepat sejagad.
Indonesia, Jakarta
khususnya, memang tengah menikmati pertumbuhan ekonomi amat mengesankan-bahkan
konon termasuk yang paling mengesankan di seluruh Asia -- sehingga beberapa
masalah mendarar, setidaknya untuk sementara, agak terlupakan.
Bagaimanapun, kecuali
ada upaya yang sungguh-sungguh untuk mengurangi laju pelebaran kesenjangan ini
secara seksama, di masa mendatang bisa jadi yagn ramairamai turun ke jalan
adalah kelompok yang 90% tadi.
Sejatinya, memang
teramat tbertumpuk pekerjaan rumah yang mesti diselesikan di Negara ini. Tetapi
ini mungkin memang tahapan y ang harus dilalui banayk ngara – termasuk konon
Jepang yang sekarang ada dalam katerogir Negara industry maj – bekaitan dengan
relasi buruh-majikan. Dengan dmeikian mungkin kurang adil untuk hanya
menyalahkan pemerintah sejamata karena setidaknya Presdian Susili Bambang
Yudhoyono juga telah berencana menerbitakan Peraturan Pmeirntah (PP) tentan
Sistem Pengusahan Nasional.
Benar bahwa PP itu –
setikdanya di tahap awal – hanya akan menyentuh mereka yang bekerja dei sector
formal. Namun, setidaknya arah yang dituj sudah benar. Dalam PP itu
produktivitas buruh akan dimasukan sebagai salah satu basis penghitungan upah
minumn di luar komponen kebutuhan hidup layak (KHL).
Faktor produktivitas
dalam sistem penghitungan upah minimum merupakan langkah maju yang bukan hanya
akan memberikan rasa adil bagi buruh, tapi juga bagi pengusaha. Komponen
produktivitas akan menjadi garis yang jelas untuk memilah mana hak serta
kewajiban buruh dan mana hak plus kewajiban pengusaha.
Dari sisi buruh, sistem
upah berbasis produktivitas akan membuat mereka lebih nyaman dan lebih pasti
dalam bekerja. Mereka yang produktif
akan diganjar imbalan lebih tinggi sementara yang tidak bakal lebih rendah.
Dilain pihak,sebagai negara-bangsa
Indonesia juga mesti membuat asumsi bahwa upah buruh rendah adalah
‘keunggulan”. Kini saatnya untuk memulai menata persepsi bahwa kualitas dan
produktivitas buruh adalah justru keunggulan itu.
Pemerintah dalam sistem
hubungan kerja di Indoensia seharusnya menjadi jembatan antara buruh dan pengusaha.
Artinya, di Pemerintahan Pusat maupun kebupaten/kota dan provinsi harus
mengawasi secara ketat pelaksanaan undang-undang dan semua regulasi perburuhan
yang ada serta memastikan tidak ada buruh yang menjadi korban praktek buruh
sejumlah perusahaan alih daya.
Apa pun, buruh dan
penusaha saling membuhtukan. Nilai tambah dan nilai lebih selayaknya dinikmati
bersama.
Dari sudut pandang itu,
pemerintah dituntut membuat kebijakan yang mendorong pengusaha membuat
pelatihan dan pendidikan yang meningkatkan keterampilan dan produktivitas
buruh. Dengan demikian, Indonesia akan mampu tumbuh berkelanjutan berbasis
perusahaan berdaya saing serta buruh yang sejahtera, bukan semata-mata berupah
(relative) tinggi.
Sumber: The Daily Jakarta Shimbin – Halo
Jepang (Editi Mei 2013/I)
Rabu, 29 Mei 2013
Salam Maria di Lembah Karmel Cikanyere
"Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu Terpujilah Engkau ...." itulah yang selalu terucap ketika berada di area Lembah Karmel Cikanyere. Terlebih lagi ketika perarakan bunda Maria pada malam hari dengan nyala lilin membuat suasana serasa di dunia damai.
Sabtu, 25 Mei 2013 rombongan peziarah dari Asekma Don Bosco yang dipimpin oleh Ibu Mari Irawati - Direktur Asekma Don Bosco dan didampingi oleh Pudir dhi. Ibu Cecilia. Perjalanan cukup melelahkan karena jalan dari Ciawi ke Cipanas 'cet' 'macet'. Puji Tuhan kelelahan itu tidak tampak pada peserta, termasuk anak-anak manis penuh cinta kasih (lihat gambar dengan sagala gaya dan wajah ceria).
Siang itu cerah. Banyak para peziarah dengan khusuk berdoa menurut kelompok masing-masing. Asekma Don Bosco mempunyai ujud doa : seluruh civitas akademik Asekma Don Bosco diberkati oleh Tuhan, semoga proses penerimaan mahasiswi baru di Asekma Don Bosco berhasil dengan baik, semoga anak-anak yang akan menjalani UAS dapat berhasil. Tuhan maha pendengar.
Sebelum rombongan pulang ke Jakarta, peserta makan bersama, dan tidak lupa membeli buah tangan. Yang menarik, adalah makanan penutupnya adalah jagung bakar. Enak betul.
Selamat bagi para peziarah, semoga doa-doanya dikabulkan oleh Tuhan sang Pencipta.
Salam damai, dan Salam sukses.
Sabtu, 25 Mei 2013 rombongan peziarah dari Asekma Don Bosco yang dipimpin oleh Ibu Mari Irawati - Direktur Asekma Don Bosco dan didampingi oleh Pudir dhi. Ibu Cecilia. Perjalanan cukup melelahkan karena jalan dari Ciawi ke Cipanas 'cet' 'macet'. Puji Tuhan kelelahan itu tidak tampak pada peserta, termasuk anak-anak manis penuh cinta kasih (lihat gambar dengan sagala gaya dan wajah ceria).
Siang itu cerah. Banyak para peziarah dengan khusuk berdoa menurut kelompok masing-masing. Asekma Don Bosco mempunyai ujud doa : seluruh civitas akademik Asekma Don Bosco diberkati oleh Tuhan, semoga proses penerimaan mahasiswi baru di Asekma Don Bosco berhasil dengan baik, semoga anak-anak yang akan menjalani UAS dapat berhasil. Tuhan maha pendengar.
Sebelum rombongan pulang ke Jakarta, peserta makan bersama, dan tidak lupa membeli buah tangan. Yang menarik, adalah makanan penutupnya adalah jagung bakar. Enak betul.
Selamat bagi para peziarah, semoga doa-doanya dikabulkan oleh Tuhan sang Pencipta.
Salam damai, dan Salam sukses.
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Tidak lama lagi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati akan menempati gedung yang lengkap. Setiap fakultas akan mempunyai gedung sendiri, dan dilengkapi dengan Gedung Perpustakaan dan Pusat Komputer. Ucapan Selamat bagi para Mahasiswa/i UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan selamat juga buat civitasnya.
UIN Sunan Gunung Djati - Bandung adalah salah satu universitas negeri yang mendapat perhatian dari Pemerintah dalam penyediaan sarana dan prasarana untuk menuju proses belajar - mengajar modern. E-learning adalah salah satu target agar semua mahasiswa/i - dosen dapat saling berinteraksi dengan efektif dan efisien.
UIN Sunan Gunung Djati terletak di kota Bandung, 60 - 90 menit dari Stasiun Kereta. Tempatnya cukup asri dan tata letak gedung mengikuti lekukan bukit. Sekali lagi, Selamat bagi para Mahasiswa/i UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan selamat juga buat civitasnya.
Salam sukses.
UIN Sunan Gunung Djati - Bandung adalah salah satu universitas negeri yang mendapat perhatian dari Pemerintah dalam penyediaan sarana dan prasarana untuk menuju proses belajar - mengajar modern. E-learning adalah salah satu target agar semua mahasiswa/i - dosen dapat saling berinteraksi dengan efektif dan efisien.
UIN Sunan Gunung Djati terletak di kota Bandung, 60 - 90 menit dari Stasiun Kereta. Tempatnya cukup asri dan tata letak gedung mengikuti lekukan bukit. Sekali lagi, Selamat bagi para Mahasiswa/i UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan selamat juga buat civitasnya.
Salam sukses.
Langganan:
Postingan (Atom)














